1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Kota Malang raih dua penghargaan di Good Practices Award 2018

Dua penghargaan tersebut diterima Wali Kota Malang Sutiaji dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Hotel Shangri-La Surabaya.

©2018 Merdeka.com Editor : Rizky Wahyu Permana | Contributor : Darmadi Sasongko | Rabu, 24 Oktober 2018 08:02

Merdeka.com, Malang - Kota Malang meraih dua penghargaan di Penganugerahan Good Practices Awards 2018 yakni penghargaan Otonomi Award dan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tingkat Jawa Timur.

Dua penghargaan tersebut diterima Wali Kota Malang Sutiaji dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (22/10) malam.

Dua penghargaan yang diraih yaitu kategori khusus daerah dengan terobosan inovatif bagi disabilitas yang diraih Puskesmas Janti, Kecamatan Sukun lewat inovasi Braille E-Ticketing Extraordinary Information (Brexit). Sementara penghargaan lain diraih atas inovasi UPT Perbengkelan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, dengan E-MAS (Electronic Maintenance Warning System) untuk kategori Top 25 Kovablik.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik digelar Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2016 dengan diikuti Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur. Kota Malang pernah meraih 2 Penghargaan dalam tiga tahun berturut-turut yakni 2016, 2017 dan 2018.

"Dua penghargaan ini menjadi pemicu kami untuk terus berinovasi. Seluruh OPD harus terus berinovasi untuk kemudahan pelayanan publik,” kata Wali Kota Malang. Sutiaji dalam keterangan persnya, Selasa (23/10).

Menurut Sutiaji, inovasi Puskesmas Janti memudahkan penyandang disabilitas tuna netra. Brexit disebutkan sebagai inovasi layanan kefarmasian yang ramah disabilitas netra.
Sebagai sarana penunjang yang menjembatani keterbatasan penyandang disabilitas netra untuk melihat aturan minum obat yang diupayakan mampu meminimalisir risiko kesalahan minum obat bagi pasien.

Penyediaan sarana Brexit berupa pencetakan etiket dan papan nama ruangan dalam huruf braille merupakan langkah konkrit dalam mewujudkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau sesuai misi ramah disabilitas netra.
“Inovasi ini menunjukkan adanya kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas netra dengan segala keterbatasannya untuk mengakses layanan kesehatan secara penuh tanpa tergantung kepada orang lain,” terang Sutiaji.

Sementara inovasi E-Mas merupakan system peringatan dini untuk perawatan kendaraan atau peralatan operasional dari DLH. E-Mas berisi rangkaian prosedur yang dihasilkan oleh system berbasis teknologi informasi yang memungkinkan unit kerja di DLH untuk penjadwalan perawatan rutin pada kendaraan atau peralatan, pemantauan kelayakan operasional secara rutin setiap hari serta antisipasi dini terhadap kerusakan-kerusakan. Sehingga kendaraan atau peralatan terhindar dari kerusakan mendadak pada saat beroperasi.
"Selain berfungsi untuk memonitor penggunaan kendaraan/peralatan, juga memungkinkan E-Mas untuk memantau efisisiensi pengaturan rute dan penggunaan bahan bakar, efisiensi kegiatan pengolahan sampah di TPS serta mengevaluasi kebutuhan operasional alat berat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),” pungkas Sutiaji.

Dalam acara penganugerahan, Gubernur Soekarwo dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas komitmen pemerintah daerah terhadap pelayanan publik. Karena jalan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah pelayanan publik itu sendiri.

"Jalan untuk menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat itu adalah pelayanan publik. Inti dari pertemuan hari ini acara hari ini, award ini adalah mendorong betul terhadap governance di seluruh Indonesia," tegas Soekarwo.

Sementara Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai Penganugerahan Good Practices Awards 2018 sebagai inovasi mendorong munculnya inovasi dan prestasi dalampelayanan publik. Program inovasi dinilai sejalan dengan Nawacitanya Jokowi dan Yusuf Kalla dalam membangun hubungan tata kelola pemerintah pusat dan daerah yang semakin efektif, efisien, mempercepat reformasi birokrasi dalam upaya memperkuat otonomi daerah.

"Itu salah satunya adalah bagiamana kepala daerah mampu melahirkan inovasi-inovasi demi kemasalahatan masyarakat dan daerah," ujarnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Ngalam Kipa
  2. Sutiaji
  3. Pemkot Malang
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA