1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Keprihatinan Sutikno lahirkan pos kamling cerdas peduli literasi

Keprihatinan Sutikno (40) akan fasilitas tempat bermain anak yang aman dan mendidik, melahirkan ide kreatifnya berupa Pos Kamling Peduli Literasi

Pos Kamling Peduli Literasi. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Minggu, 07 Mei 2017 10:11

Merdeka.com, Malang - Keprihatinan Sutikno (40) akan fasilitas tempat bermain anak yang aman dan mendidik, melahirkan ide kreatifnya berupa Pos Kamling Peduli Literasi. Pos Kamling cerdas berbasis warga itu, kini berdiri di lingkungan RT 02 RW 01 kelurahan Pandanwangi, kecamatan Blimbing, Kota Malang.

"Awalnya saya tidak tega melihat anak saya dan teman-temannya bermain di pinggir jalan, sambil nunggu bis yang lewat dan berteriak-teriak telolet om telolet," kata Sutikno mengisahkan, Minggu (7/5).

Sutikno yang dikaruniai dua anak ini tergerak hatinya untuk memanfaatkan pos kamling sebagai tempat bermain yang aman dan syarat pendidikan. Idenya itu pun dinilai sejalan dengan fungsi pos kamling sebagai pusat informasi warga sekaligus tempat berkumpul untuk bersosialisasi.

"Saya bilang ke warga dan alhamdulillah mereka menyetujui," tegas pria yang mengaku hanya lulusan Sekolah Dasar itu.

Atas persetujuan warga, pos kamling itupun dimanfaatkan sebagai pos kamling cerdas yang menjadi taman baca. Pos yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk menjaga keamanan pada malam hari, menjadi pusat gerakan sadar baca yang buka 24 jam.

Pos Kamling Peduli Literasi
© 2017 merdeka.com/Darmadi Sasongko

Ruangan pos kini beralih fungsi sebagai ruang menyimpan buku, yang disukai anak-anak bahkan para orang tua. Sambil duduk-duduk di sekitar pos yang dicat aneka warna-warni itu, bisa membaca buku sumbangan masyarakat.

"Siang sampai sore untuk belajar dan taman baca anak-anak, tapi malam untuk kegiatan warga lainnya," kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai penjual dan mengantar air mineral galonan itu.

Selama belajar, anak-anak didampingi oleh Sutikno, sehingga buku bacaan anak-anak akan disesuaikan berdasarkan usia. Beberapa warga pun turut membantu Sutikno dalam kesehariannya.

"Saya berharap anak-anak kampung saya bisa menjadi anak-anak yang pintar," katanya.

Pos kamling tersebut ke depan bisa menjadi posko pengaduan warga termasuk pusat informasi bagi keamanan, kesehatan, pendidikan, kebencanaan, gangguan listrik, tempat belajar warga dan lain-lain.

Guna mendukung fungsi poskamling cerdas, warga juga berinisiatif menggandeng akademisi agar turun ke kampung-kampung menerjunkan mahasiswanya supaya memberikan pendidikan kepada warga dan anak-anak.

Sementara itu, Walikota Malang, Mochammad Anton mengatakan, kehadiran pos kamling cerdas membuktikan budaya literasi warga yang semakin meningkat. Budaya itu sudah menyentuh pada dataran akar rumput.

"Kita tahu Kota Malang adalah kota pendidikan, namun budaya literasi masih belum kuat. Maka keberadaan Pos kamling Peduli Literasi semoga mampu memberi dorongan," kata Abah Anton, sapaan akrab Mochammad Anton.

Kehadiran pos kamling cerdas semakin menguatkan program pembangunan kampung-kampung tematik yang sudah berjalan. Nafas partisipasi dan keterlibatan warga masyarakat memberikan corak warna pada lingkungannya masing masing.

"Tentu saya menyambut positif dan mengapresiasi atas kehadiran Poskamling Peduli Literasi. Lebih-lebih ini tumbuh dari bawah," kata Abah Anton.

"Ini menunjukkan bahwa predikat Kota Pendidikan untuk Kota Malang tidak hanya diukur dari banyaknya lembaga pendidikan, namun juga didasarkan pada nilai-nilai pendidikan yang telah mengakar di masyarakat," sambungnya.

Pos Kamling Peduli Literasi, juga memperhatikan keberadaan pos kamling yang sering kali terabaikan fungsinya bahkan tidak jarang tidak terawat. Padahal pos kamling merepresentasikan nilai-nilai keguyuban.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Malang Kreatif
  2. Ngalam Kipa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA