1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Beli rujak dibatasi 3 cabai, mau pedas bawa cabai sendiri

Lantaran harga cabai meroket, penjual rujak di malang batasi penggunaan cabai. Pelanggan dibatasi 3 cabai. Jika ingin pedas, cabai bawa sendiri.

Darmadi Sasongko. ©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Jum'at, 13 Januari 2017 10:21

Merdeka.com, Malang - Rujak ulek bagi sebagian orang akan sangat nikmat jika disajikan dengan pedas yang menyengat lidah. Tidak sedikit penikmat rujak minta bumbu dengan porsi puluhan cabai.

Menik (52) pedagang rujak di Perumahan Karanglo Indah Kota Malang mengungkapkan, beberapa pelanggannya terbiasa meminta menu sangat pedas. Pelanggan ada yang meminta bumbu dengan 13 cabai, 17 cabai bahkan 21 cabai.

"cabainya sedang mahal, tetapi tetap minta bumbu pedas," kata Menik di kiosnya, Kamis (12/1).

Saat suasana harga cabai sedang mahal harus membatasi jumlah cabai di setiap porsi. Satu porsi rujak ulek secara normal disediakan tiga buah cabai.

Jika pelanggannya minta lebih banyak, harus menambah cabai sendiri, atau harga jual rujak ditambah biaya harga cabai tambahan. Harga rujak ulek setiap porsi Rp 10 ribu, ditambah harga cabainya.

"Kalau tambah lima biji harganya tambah seribu rupiah, 10 biji harganya ditambah dua ribu rupiah, dan seterusnya," katanya.

Harga cabai, kata Menik hingga saat ini masih mahal dan berdampak pada pedagang seperti dirinya. Terakhir, dirinya membeli dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. Tetapi untuk kebutuhannya cukup membeli setengah kilogram saja.

Menik mengatakan, tidak hanya harga cabai yang dirasakan terlalu tinggi, tetapi sayur-sayuran juga. Biasanya untuk kebutuhan cabai dan sayuran hanya butuh Rp 300 ribu, tetapi saat ini sudah tidak cukup lagi.

Kondisi serupa juga disampaikan Eka Rachmawati, warung penjual makanan di Jalan Sultan Agung. Harga cabai saat ini masih dalam kisaran harga Rp 95 per kilogram.

"Otomatis berpengaruh pada keuntungan, hingga saat ini tetap mahal, masih Rp 95 per kilogram," katanya.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Ekonomi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA