1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Sengketa warga dan TNI AU akhirnya temukan titik tengah

pihak TNI AU dan warga akhirnya temukan kesepakatan mengenai sengketa tanah.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Rabu, 04 Mei 2016 10:34

Merdeka.com, Malang - Sengketa antara warga desa Dengkol dengan pihak TNI AU terkait tanah akhirnya menemukan titik cerah. Sebelumnya, warga sempat protes dengan cara menutup akses jalan masuk ke bandara Abdulrachman Saleh dari arah Singosari.

Dilansir dari merdeka.com, proses mediasi tersebut berjalan cukup alot. Namun pada akhirnya pihak Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang akhirnya bersedia menarik buldoser dari lokasi tanah sengketa. Selain itu, jalan masuk yang selama ini dilarang dilalui warga, akan kembali digunakan sebagai jalan umum.

"Doser akan ditarik dari lokasinya. Jalan akan dibuka lagi, boleh dilewati. Sampeyan boleh bertani maneh (lagi)," kata Suwaji, koordinator aksi warga Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (3/4).

Suwaji bersama sembilan warga yang lain menjadi wakil dalam pertemuan dengan TNI AU. Pertemuan difasilitasi oleh Polres Malang dan berlangsung di Polsek Singosari.

Tidak hanya itu, tanaman warga yang terlanjur rusak juga akan mendapatkan ganti rugi. Pihak TNI AU akan segera melakukan identifikasi nilai tanaman yang terlanjur rusak.

"Tanduran yang didoser akan mendapatkan ganti rugi," tegas Suwaji disambut tepuk tangan warga.

Para petani juga tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut. Petani yang rencananya lahannya akan digunakan untuk pembangunan mes dan kantor, akan diberikan di lokasi baru. Lokasinya tetap berada di dalam kompleks TNI AU.

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 WIB, ratusan warga memblokade jalan menuju Pangkalan TNI AU. Jalan tersebut merupakan pintu masuk ke Pangkalan TNI AU dari sisi utara, melalui wilayah Kecamatan Singosari.

Blokade dilakukan dengan menumpuk pohon-pohon bambu yang ada di sisi jalan sehingga akhirnya menutupi jalan masuk. Aksi tersebut dilakukan karena warga marah terhadap rusaknya sejumlah dengan alasan untuk kepentingan TNI AU. Tanaman yang terlanjur rusak seluas sekitar 1 hektare yang rencananya akan digunakan untuk mes dan perkantoran. Padahal tanaman tersebut hampir memasuki masa panen.

Kepala Penerangan Lanud Abdulracman Saleh, Mayor Hamdi Londong Alo menegaskan, bahwa pihaknya telah menemukan kesepakatan dengan warga. Selain akan diberikan ganti rugi atas tanaman yang rusak, juga akan dijalin kemitraan dengan petani.

"Kita sepakat adanya kemitraan dengan petani, bentuknya seperti apa? Akan dilakukan pembahasan lebih lanjut lebih detailnya," katanya.

Londong juga membenarkan adanya kesepakatan yang memberikan akses kepada para petani atas jalan yang selama ini dijaga oleh TNI AU. Warga mengaku kesulitan dengan alasan digunakan latihan perang, bahkan tanamannya kerap rusak.

Londong juga menegaskan bahwa tanah seluas 3.064.620 meter persegi itu sudah menjadi kepemilikan TNI AU. Karena secara hukum sudah menang sampai tingkat kasasi.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA