1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Sempat ditutup akibat banjir, Jalur Malang Surabaya mulai lancar

Jalur Malang Surabaya sempat ditutup akibat banjir. Perkembangan terakhir, air sudah surut dan arus lalu lintas berlahan-lahan mulai lancar.

©2017 Merdeka.com Editor : Siti Rutmawati | Contributor : Darmadi Sasongko | Kamis, 05 Januari 2017 21:22

Merdeka.com, Malang - Jalur lalu lintas antara Malang-Surabaya sempat ditutup total akibat banjir bandang yang menutupi jalan raya. Banjir bandang terjadi di perbatasan antara Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 16.30 WIB.

Dua jalur, baik yang menuju ke Malang maupun Surabaya macet akibat luapan air sungai Sarak di samping jalan. Arus air deras naik ke permukaan jalan hingga ketinggian kurang lebih 60-70 cm.

Banjir bandang disebabkan oleh hujan kiriman di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang mengalir deras ke arah utara (Surabaya).

"Saya dari Pandaan terjebak macet sekitar 2 jam. Biasanya sampai rumah pukul 18.00 WIB, sekarang pukul 20.15 WIB," kata Prasetya Eka, seorang karyawan pabrik di Pandaan, Kamis (5/1).

Arus ke Surabaya kondisinya lebih parah karena sungai berada di kiri jalan. Kendaraan tidak berani melalui derasnya air, khawatir ikut terbawa arus.

"Lampu di sekitar TKP juga dipadamkan," katanya.

Kondisi serupa juga diungkapkan oleh Mohammad Nabit yang mengaku terjebak banjir sekitar dua jam. Sekitar pukul 19.45 WIB, jalanan sudah mulai lancar.

"Begitu dapat kabar ada banjir, saya sengaja pulang agak malam. Kondisinya sudah lancar, tetapi lampu mati," tegas Nabith yang bekerja di Pandaan.

Muhammad Syukur, warga Lamongan yang hendak pulang dari Malang, mengaku tertahan di sekitar lokasi selama 1,5 jam. Bis yang ditumpanginya harus terjebak kemacetan dan menunggu air surut.

"Sparator di tengah jalan sengaja dihancurkan agar air juga bisa menyebrang ke timur," kata Syukur.

Perkembangan terakhir, air sudah kembali surut dan arus lalu lintas berlahan-lahan mulai lancar kembali. Sementara belum ada laporan adanya korban jiwa ataupun kerugian harta benda.

PILIHAN EDITOR

(SR) Laporan: Darmadi Sasongko
  1. Peristiwa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA