1. MALANG
  2. KABAR MALANG

IIDI Kota Malang Ajak Wanita Mandiri di Era Millenial Terhindar dari Penyakit Hati

Dalam memperingati hari Ibu dan hari jadi ke-65, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Malang mengadakan rangkaian kegiatan pada 14/12 2019

workshop dari Dr H Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU). ©2019 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Selasa, 17 Desember 2019 10:13

Merdeka.com, Malang - Dalam memperingati hari Ibu dan hari jadi ke-65, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Malang mengadakan rangkaian kegiatan pada Sabtu (14/12). Pada acara yang digelar di Hotel Montana Dua, kota Malang tersebut, IIDI mengadakan rangkaian acara mulai fashion show, tutorial make-up, hingga workshop.

Pada acara tahun ini, tema acara adalah "Perempuan Mandiri di Era Millenial: Untuk Tingkatkan Daya Saing Generasi Penerus Bangsa yang Berkarakter Unggul Menuju Generasi Emas Melalui Ketahanan Keluarga. Dalam sambutannya, Dra. Mufidah Budi Siswanto, Ketua IIDI cabang Malang mengungkap bahwa ketahanan keluarga merupakan suatu isu yang penting dalam kehidupan global saat ini.

Acara kali ini tak hanya diikuti oleh anggota IIDI saja namun juga terdapat peserta acara lain yang cukup antusias mengikutinya. Pada kegiatan tersebut, sejumlah anggota IIDI menunjukkan kemampuan mereka berlenggak-lenggok di atas catwalk.

Selanjutnya adalah demo kecantikan yang dilakukan oleh LT pro. Pada demo tersebut, LT Pro menunjukkan bagaimana cara tepat untuk dilakukan terutama ketika sudah terjadi proses penuaan kulit.

 

Puncak kegiatan pada hari itu merupakan workshop dari Dr H Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU). Pada workshop tersebut, Dr. Agus menyampaikan tema mengenai Sehat Semangat & Cerdas Ikhlas dalam Menjalani Hidup.

Dr. Agus menjelaskan bahwa hati merupakan bagian yang sangat penting dalam tubuh dan bisa mendorong munculnya berbagai macam penyakit. Dia juga menyebut bahwa wanita mandiri harus terbebas dari masalah AIDS.

"Perempuan mandiri itu harus terbebas dari AIDS, yaitu angkuh, iri, dendam, dan sombong," terangnya.

Dokter yang sehari-hari bertugas di Instalasi Paliatif dan Bebas Nyeri RSUD dr Sutomo tersebut menjelaskan bahwa mengobati seseorang tidak bisa dilakukan hanya secara fisik saja. Tetapi juga perlu pendekatan pada hati.

"Karena, banyak orang sakit yang disebabkan karena orang lain," jelasnya.

Sepanjang sesi workshop tersebut, dr Agus banyak menjelaskan mengenai pencegahan masalah hati yang bisa mencegah munculnya penyakit lebih parah. Dengan gaya humoris, dr Agus mendapat sambutan yang sangat hangat oleh para hadirin yang hadir di acara tersebut.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Event
  2. Kesehatan
  3. Perempuan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA