1. MALANG
  2. KULINER

Mencari kehangatan di Ronde Titoni

Ketika sedang kedinginan di kota Malang, angsle dan ronde Titoni merupakan penawar yang tepat dan mampu menghangatkan tubuh.

Ronde Titoni © 2016 merdeka.com/Febrianti. ©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Kamis, 14 Juli 2016 14:36

Merdeka.com, Malang - Udara Malang yang dingin terutama di Malang hari sangat cocok jika diisi dengan berbagai minuman atau wedang hangat. Salah satu pilihan minuman hangat yang paling cocok dengan udara kota Malang adalah angsle dan ronde.

Membicarakan angsle dan ronde di Malang rasanya kurang lengkap jika belum mencicipi angsle dan ronde Titoni. warung ini terletak di daerah Kidul Dalem tepatnya di Jl KH. Zainul Arifin. Letaknya cukup mudah ditemukan karena terletak di seberang mie Gloria serta masih tetap mempertahankan nuansa 'jadul' pada warungnya.

Ronde Titoni
© 2016 merdeka.com/Febrianti

Ketika masuk, Anda akan melihat deretan wadah yang berisi racikan dari minuman hangat ini. Terdapat berbagai menu yang disajikan yaitu ronde kering, ronde basah, ronde campur, angsle, kacang kuah serta ada juga roti goreng dan cakwe yang bisa disantap dan dipadukan dengan berbagai minuman tadi.

Adanya tiga macam ronde di sini cukup berbeda dengan yang ditawarkan di warung-warung lain. Yang dimaksud dengan ronde basah adalah ronde yang berisi bola-bola tepung ketan diisi kacang tanah yang disiram dengan kuah jahe hangat. Pada ronde kering, kuah diganti dengan adalah bubuk kacang itu sendiri. Sedangkan ronde campur adalah ronde kering yang kemudian disajikan dengan kuah jahe.

Tentu saja walaupun terdapat berbagai model penyajian ronde, rasa dari ronde Titoni ini sangat mantab dan cocok untuk menghangatkan tubuh. Kuah jahe yang hangat dan cukup pedas mulai dari tenggorokan hingga ke perut ditambah berbagai isian dengan rasa manis mampu membuat tubuh merasa hangat dan kembali bertenaga.

Jangan lupakan juga sahabat setia dari ronde yaitu angsle. Minuman yang satu ini biasanya cenderung lebih disukai oleh orang yang tidak suka rasa pedas karena kuahnya yang memang manis dan tetap mampu menghangatkan tubuh. Rasa yang disajikan juga tidak kalah lezatnya dan tidak mudah untuk dilupakan.

Cita rasa dari angsle dan ronde Titoni tetap terjaga hingga saat ini. Tidak heran warung yang dibuka sejak tahun 1948 ini tetap ramai didatangi pembeli saat ini dan memiliki beberapa cabang. Di Malang sendiri, nama Titoni merupakan jaminan untuk angsle dan ronde yang lezat.

(RWP)
  1. Makanan Khas Malang
  2. Kuliner
  3. Makanan Tradisional
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA