1. MALANG
  2. AREMANIA

Maitimo heran Arema Cronus tak duduk di puncak klasemen

Raphael Maitimo menyebut peraturan head to head untuk menentukan pemuncak klasemen ISC A 2016 ini merupakan hal yang konyol.

©2016 Merdeka.com Reporter : Rizky Wahyu Permana | Kamis, 03 November 2016 14:24

Merdeka.com, Malang -  

Penentuan posisi puncak di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 mendapat sorotan dari gelandang Arema Cronus, Raphael Maitimo. Dilansir dari Bola.net, dia menyebut penentuan peringkat berdasar rekor head to head yang digunakan di ISC ini belum pernah ditemuinya.

"Saya tidak mengerti. Yang membuat keputusan ini bodoh sekali. Tak pernah saya temui sepanjang karir sistem head to head dipakai di liga," ujar Maitimo.

Maitimo juga menjelaskan bahwa protes yang dilayangkannya ini bukan lantaran Arema memiliki selisih gol lebih baik ketimbang Persipura. Menurutnya, jika saat ini yang memiliki selisih gol lebih baik adalah Persipura, dia tetap akan menyuarakan hal yang sama.

"Saya tidak mengerti peraturan itu. Saya tidak tahu siapa buat peraturan di liga," tuturnya.

Pada klasemen ISC A 2016 saat ini, walau Arema Cronus memiliki selisih gol lebih baik daripada Persipura namun posisi mereka berada di peringkat kedua. Hal ini terjadi karena Arema Cronus kalah dalam catatan head to head dengan Persipura.

Pada regulasi ISC, masalah penentuan peringkat ini tercantum di pasal 15 ayat 4. Apabila terdapat dua klub atau lebih memiliki jumlah nilai yang sama, maka penentuan peringkat ditentukan dengan head to head, selisih gol, jumlah gol memasukkan dan undian.

Menurut Maitimo, dengan aturan head to head, sepakbola bakal tak menghibur. Pasalnya, jika sebuah tim mencetak satu gol, tak perlu lagi mencetak gol asalkan bisa mempertahankan kemenangannya.

"Ini tidak menghibur penonton juga," tegasnya.

Selain regulasi head to head ini, Maitimo juga pernah menemui peraturan konyol lain di sepakbola Indonesia. Dia menemui aturan-aturan serupa di beberapa gelaran sebelumnya, seperti Piala Bhayangkara dan Piala Presiden.

"Yang pasti, dalam membuat aturan kita harus selalu ikut rule FIFA dan hormat sepakbola," tandasnya.

PILIHAN EDITOR

(RWP)
  1. Kabar Arema
  2. ISC A 2016
  3. Arema Cronus
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA