1. MALANG
  2. KABAR MALANG

Bayi perempuan berselimut handuk ditemukan warga Malang di ruko

Kondisi bayi itu sudah membiru ketika ditemukan akibat kedinginan.

©2016 Merdeka.com Reporter : Siti Rutmawati | Kamis, 31 Maret 2016 17:24

Merdeka.com, Malang - Sesosok bayi ditemukan di depan ruko samping Komplek Kantor Bersama Pemkot Malang, Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Tlogowaru, Kota Malang. Bayi berjenis kelamin perempuan itu tergeletak di kursi panjang depan ruko fotocopy.

"Pertama yang melihat itu anak saya yang masih SMP. Semula dikira mainan milik orang yang berteduh, tertinggal di sini, tapi kok bergerak-gerak," kata Masduki, di ruko foto copynya di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Tlogowaru, Kota Malang, Selasa (29/3).

Bayi tersebut ditemukan, Senin (28/3) kemarin, terbungkus handuk namun bagian wajahnya masih terlihat. Masduki sempat ragu-ragu dan beberapa kali berusaha memastikannya.

"Saya panggil satpam Kantor, selanjutnya memanggil Pak RW," tegasnya.

Sehari-hari, Masduki yang tinggal di Perumahan Puri Cempaka Putih tutup pukul 14.00 WIB. Namun karena akan mencetak tugas sekolah anaknya, dia kembali ke ruko.

Sementara Warung sebelah ruko Masduki mengaku tutup sekitar pukul 16.00 WIB. Kemungkinan bayi tersebut diletakkan antara pukul 16.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Bayi tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Refa Husada untuk mendapatkan pertolongan. Polisi juga sempat melakukan identifikasi di lokasi.

Siti Anisa, Bidan Rumah Sakit Refa Husada mengungkapkan, saat ditemukan bayi dalam kondisi membiru karena kedinginan. Namun setelah mendapatkan perawatan, kondisinya membaik dan sehat. Saat ditemukan, bayi dengan berat 2,5 Kg dan panjang 48 sentimeter itu lengkap dengan tali pusar yang masih menempel.

"Saya hanya mengangkat, membersihkan dan memberikan oksigen. Sempat menangis. Kondisinya distabilkan setelah itu baru dikirim ke Rumah Sakit Saiful Anwar," katanya di Rumah Sakit Refa Husada.

Sejak kejadian itu, kata Siti, banyak orang datang ke rumah sakit menanyakan kondisi bayi tersebut. Mereka berminat untuk mengadopsi.

"Ada sekitar lima orang ke sini, tetapi saya persilakan ke RSSA dan ke Dinsos. Karena kalau mau mengadopsi harus melalui prosedur, tidak begitu saja," katanya.

Reporter: Darmadi Sasongko

(SR)
  1. Info Kota
  2. Peristiwa
  3. Sosial
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA